Memang Tuhan sudah membuat skenario kehidupan jauh sebelum kita lahir, tinggal kita berperan menjalaninya. Ntahlah, aku takut ketika harus melihat kamu berperan menjadi seorang pesakitan, orang yang lemah, merasakan sakit yang hanya kamu sendiri yang dapat merasakan. Aku benci ketika melihat kamu sakit. Seperti aku juga merasakannya. Aku hanya bisa berharap, memohon dan berdoa disetiap malamku, di awal pagiku. Kamu akan baik baik saja, Tuhan akan lekas mengganti peranmu dengan peran yang lebih baik. Aku harap Tuhan akan mengganti kecemasan ini dengan segaris senyum kelak, Dia akan memasukkan kita kedalam daftar pemeran yang hidupnya dipenuhi kebahagiaan. Menyelinap diantara mereka. Mencoba mengubur semua rasa sakit dan kesedihan, mencoba mencari cari celah kebahagiaan. Aku ingin melihat senyummu disetiap pagiku. Bahagia, bukan sakit dan sedih yang ku dapatkan. Bukan senyum getir yang terlihat disana. Bukan sinar mata yang lelah pula. Kita sama sama mencari sebutir kebahagi...
Blog personal ~ hasil tulisan pribadi. Semua tulisan berdasarkan pengamatan sekitar, true story & based on true story. Dimohon ketika membaca jangan baper ya! Karena disini banyak mengandung unsur unsur fiksi yang mungkin menyebabkan syndome bapernisasi. Salam Nerswriter :) -RAFIKA NOVANDARI-