Langsung ke konten utama

Teruntukmu



Memang Tuhan sudah membuat skenario kehidupan jauh sebelum kita lahir, tinggal kita berperan menjalaninya. Ntahlah, aku takut ketika harus melihat kamu berperan menjadi seorang pesakitan, orang yang lemah, merasakan sakit yang hanya kamu sendiri yang dapat merasakan. Aku benci ketika melihat kamu sakit. Seperti aku juga merasakannya.
Aku hanya bisa berharap, memohon dan berdoa disetiap malamku, di awal pagiku. Kamu akan baik baik saja, Tuhan akan lekas mengganti peranmu dengan peran yang lebih baik.
Aku harap Tuhan akan mengganti kecemasan ini dengan segaris senyum kelak, Dia akan memasukkan kita kedalam daftar pemeran yang hidupnya dipenuhi kebahagiaan. Menyelinap diantara mereka. Mencoba mengubur semua rasa sakit dan kesedihan, mencoba mencari cari celah kebahagiaan.
Aku ingin melihat senyummu disetiap pagiku. Bahagia, bukan sakit dan sedih yang ku dapatkan. Bukan senyum getir yang terlihat disana. Bukan sinar mata yang lelah pula.
Kita sama sama mencari sebutir kebahagiaan diantara getirnya senyuman. Hatipun serta merta memintakan, agar lekas lepas dari peran ini. mengganti suasana mencekam dengan kebahagiaan.
Lagi lagi bahagia. Ya, memang bahagia yang ingin ku dapat dari senyummu, bukan kegetiran hidup, kepahitan dan segala macam rasa sekarang ini.
Kita punya banyak mimpi yang pernah saling kita ucapkan, mimpi yang pernah kita tulis bersama. Berjanjilah untuk membuat itu nyata. Lawan rasa sakitmu, jangan pernah merasa kepahitan itu milikmu sendiri. Ada aku disini yang juga ikut merasakannya. Tuhan mengirimku kepadamu untuk turut merasakannya, getir, pahit, sedih, kita jalani ini bersama. Buruk memang jika diurai satu persatu. Tapi jangan pernah takut untuk melangkahkan kakimu. Akan ku genggam jemarimu dan semua rasa kepahitan itu, kita akan berjalan bersama, beriringan.
Jalan kita masih panjang, masih banyak skenario yang harus kita mainkan dengan berbagai macam peran yang lain. Percayalah ini akan segera berakhir. Aku akan mengunjungi Tuhan disetiap malam untukmu. Meminta memohon dan menengadah kepadaNya. Doa itu akan sering Tuhan dengar, berharap ini akan segera diwujudkannya, bukan dalam mimpi, tapi nyata. Bukan sejenak, tapi untuk selamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...