Hari ini mataku kembali menatap sang pagi, mencoba menghirup aroma kenyataan, menerima tanpa mereka reka keadaan Kehilangan? Haruskah kata itu terlontar dan membiarkan ia mengalir bebas? Rasanya baru kemarin kau disini, mencoba membantuku berdiri ketika aku hanya mampu merangkak. Mengobati semua sakitku dari sihir yang membisu, menampung semua keluhku dari kenyataan yang membekukan hati. Aku mencoba mengais-ngais bayangmu diantara gelap. Berharap temukan kau disudut hatiku. Sebuah tali melingkar itu kian rapuh termakan ego. Apa yang salah? Dulu kita bak sepatu melangkah dengan irama yang sama. Berbeda, namun tetap pada satu titik. Kini, kita saling berbalik arah, mencoba melangkah, saling sendiri dan menjauhi titik pusat, mencoba mendustai masa yang telah lalu. Bahkan suaramu semakin samar ku dengar Tatapmu semakin redup ku lihat Warnamu semakin pudar ku dekap Dan bayangmu semakin menghilang dari genggaman mata Sebuah teka teki takdir yang tak ingin k...
Blog personal ~ hasil tulisan pribadi. Semua tulisan berdasarkan pengamatan sekitar, true story & based on true story. Dimohon ketika membaca jangan baper ya! Karena disini banyak mengandung unsur unsur fiksi yang mungkin menyebabkan syndome bapernisasi. Salam Nerswriter :) -RAFIKA NOVANDARI-