Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

MENGAIS JEJAK BAYANGMU

Hari ini mataku kembali menatap sang pagi, mencoba menghirup aroma kenyataan, menerima tanpa mereka reka keadaan Kehilangan? Haruskah kata itu terlontar dan membiarkan ia mengalir bebas? Rasanya baru kemarin kau disini, mencoba membantuku berdiri ketika aku hanya mampu merangkak. Mengobati semua sakitku dari sihir yang membisu, menampung semua keluhku dari kenyataan yang membekukan hati. Aku mencoba mengais-ngais bayangmu diantara gelap. Berharap temukan kau disudut hatiku. Sebuah tali melingkar itu kian rapuh termakan ego. Apa yang salah? Dulu kita bak sepatu melangkah dengan irama yang sama. Berbeda, namun tetap pada satu titik. Kini, kita saling berbalik arah, mencoba melangkah, saling sendiri dan menjauhi titik pusat, mencoba mendustai masa yang telah lalu. Bahkan suaramu semakin samar ku dengar Tatapmu semakin redup ku lihat Warnamu semakin pudar ku dekap Dan bayangmu semakin menghilang dari genggaman mata Sebuah teka teki takdir yang tak ingin k...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #6

Bersamamu kulewati lebih dari seribu malam Bersamamu yang ku mau namun kenyatannya tak sejalan Tuhan bila masih ku diberi kesempatan izinkan aku untuk mencintanya Namun bila waktuku telah habis dengannya biar cinta hidup sekali ini saja Tak sanggup bila harus jujur hidup tanpa hembusan nafasmu Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali sekali lagi untuk mencintanya Nyanyian itu terdengar dari bibir manis Deff. Nyanyian yang ditemani petikan gitar hadiah dari seseorang yang amat dia sesalkan kepergiannya, lirik yang mengisyaratkan sebuah perasaan yang saat ini sedang tergores luka. Clara Ananda, seseorang yang sudah lama mengisi relung hatinya kini sudah benar-benar pergi menjauh, ia terbang bersama sang malaikat ke atas sana. Meninggalkan segala hal yang membuat hatinya lelah. Tenang dengan kehidupan barunya. Ia tak perlu menahan rasa sakitnya lagi. Perih, sakit, menyesal semua yang saat ini dia rasakan. Sesak memang, ia hanya bisa melamun dan mengenang semua tentang ...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #5

“Mulai sekarang, kamu harus bisa tanpa Deff Ra! Jangan lemah begini! Tak mungkin kamu seperti ini terus!” Kata-kata yang sering ku ucapkan sekedar untuk memberi semangat diriku sendiri. Kata-kata yang meyakinkan, tapi aku sendiri tak yakin dengan kata-kata itu. Ku ambil kotak musik pemberian Deff. Manis. Sangat manis masa-masa itu. Ku buka buku bersampul Minnie Mouse, seperti biasa tanganku mulai menari diatasnya Terkadang bibir dan hati tidak ada keselarasan diantara keduanya. Munafik! Bibirku memang berkata “Tidak!” tapi hatiku selalu berkata “Ya”. Memang kadang munafik itu perlu untukku. Cukup untuk membohongi semua perasaan sesak yang seringkali ku rasakan. *** Ku ambil ponsel yang sudah seharian ku letakkan dalam laci belajarku “14.12 WIB 5 Panggilan Tak Terjawab ” “Mamanya Deff? Ada apa tante Mira sampai menelfonku??” Pikiranku langsung tertuju pada Deff. “Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Deff?” Segera aku menelfon kembali tante Mira. Tak ada jaw...