Langsung ke konten utama

Sebait Rindu untuk bintangku, Sahabatku disana :)


Apalah arti jika setiap mengingat kalian mataku masih saja sembab?

Apa mungkin ego ku masih melekat erat?

Takut kehilangan, rasanya masih sama perasaan itu

Perasaan sejak awal persahabatan kita terjalin

Perasaan yang.. sungguh aku ingin membuang jauh jauh rasa takut itu

Ingin ku rubah tetesan air mata dengan segaris senyum dibibir

Ingin ku rubah rasa takut itu dengan rasa bangga

Ya, bangga ketika aku sadar bahwa aku pernah menggenggam bintang



Tahun demi tahun semakin berlalu

Aku takut ketika bintang itu kian hilang dari pandanganku

Maka aku takkan bisa lagi menikmati setitik cahyanya

Kini yang ada hanya gelap diantara awan hitam

Tapi aku yakin meski bintang itu tak pernah nampak lagi

cahayanya akan tetap sama dimana juga

Aku akan tetap melihatnya

Walaupun hanya setitik cahaya kecil dilangit malam


***

Untuk kalian sahabatku yang jauh disana

Tetaplah menjadi bintangku

Karna setiap merindukan kalian aku hanya perlu melihat ke atas sana

Dua bintang itu akan tetap sama

Jangan takut ketika langit malam tak mengizinkan kalian nampak

Karena kalian akan selalu ada disini, menjadi bintang dihatiku

Tersenyumlah ketika kalian mengingat masa masa kita

Tak perlu teteskan air mata ketika rindu mengoyak rasa

Ubahlah air mata kerinduan itu menjadi air mata kesuksesan kita



Tolong jangan jadikan jarak ini sebagai penghalang

Meskipun kita kini jauh, bahkan berbeda negara pun

Tetaplah menjadi sahabatku

Karna persahabatan tak akan memandang jarak

Sejauh apapun itu, bintang akan tetap menjadi bintang dimanapun berada



Jangan ada tetesan air mata lagi

Karna tangan kita tak bisa saling mengusap seperti dulu

Jadikan masa masa kita dulu sebagai masa sekolah terindah

Seperti sebuah cerita persahabatan yang ditemani senja

Kalian tetap mempunyai ruang terbesar dihatiku, kancilku.



Teruntuk kalian : Ilma & Tiara (Kancilcanss)

Kembaran, Banyumas, Purwokerto 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...