Langsung ke konten utama

MAHASISWI ! Jangan sampai jadi BIGOS KAMPUS !


Dalam satu kelas, kita bisa menemui berbagai macam karakter dari kawan kawan kita. Ada yang suka bolos, ada yang suka marah marah, ada yang suka nyontek, dsb. Tak dapat dipungkiri bahwa dalam satu kelas PASTI ada satu kelompok atau lebih yang terdiri dari beberapa mahasiswi yang memiliki sifat & kesenangan atau hobi yang sama. Kalau hobi baca Quran bareng sih adem ya. Tapi kalau hobi ini malah membuat dosa, disamping itu juga membuat kelompok tersebut dijauhi mahasiswa lain bagaimana? Seperti yang akan dibahas pada postingan kali ini.

GOSIP – Memang rasanya enak banget jika kita membicarakan orang lain. Tapi jika yang dibicarakan salah maka akan jatuh kepada fitnah, dan jika benar maka akan jatuh pada menggunjing, baik dalam konten kebaikan dia ataupun keburukannya. Pernah mendengar ungkapan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan? Bukan berarti lebih baik membunuh daripada memfitnah ya!
Banyak dari kalangan wanita yang disebut sebut bahkan sangat erat kaitannya dengan label penggosip atau bigos bahasa kerennya (red-biang gosip) Bahkan dengan terang terangan mereka mengakui bahwa mereka memang suka menggosipi orang lain bahkan teman sendiri. Bak penggosip tak memiliki kejelekan apapun, dengan bangganya membuka bahkan membicarakan kejelekan orang lain, terlebih jika orang itu teman satu kelas sendiri. Pernahkah terlintas oleh mereka para bigos bagaimana rasanya jika digunjing oleh teman sendiri? Sakit kah atau malah bangga dengan terbukanya aib aib kita?
Sebelumnya, pasti kita pernah mendapat pelajaran tentang hukum ghibah atau menggunjing dalam islam. Perbuatan TERCELA. Tapi mengapa pada zaman sekarang ini semakin marak bahkan semakin banyak bertebaran bigos bigos disetiap kelas? Rasanya kurang pas kalau dalam satu kelas tidak terdapat sekelompok bigos yang rela tanpa dibayar menyebarkan keburukan temannya sendiri. Bahkan parahnya kedatangannya disetiap hari selalu ditunggu-tunggu, karena semua informasi apapun ada padanya. Tak heran jika dia mendapat label mak comber dari mahasiswa lain.
Gimanasih cara kita agar menghindari terjerumus dalam rombongan infotaiment kelas tersebut?
Yang pasti niat itu datang dari diri kita sendiri. Tanamkan dalam diri bahwa kita berniat menjauh dari perbuatan buruk tersebut. Selain mendapat dosa, kita juga akan diumpamakan memakan bangkai saudaranya sendiri. Jijik? Sudah pasti.
Sebaiknya sebelum berbicara, klarifikasi terlebih dahulu dengan yang bersangkutan, apakah info tersebut benar ataukah salah. Meminta izin, Itu sangat diperlukan. Bisa jadi yang bersangkutan tidak terima akan berita yang kita sebarkan tersebut.
So, jadilah mahasiswi bijak. Bukan mahasiswi BIGOS. Jadilah elegan dengan diammu.

Komentar