Langsung ke konten utama

Bait Bait Sang Hujan

Tahukah kau bagaimana persahabatan antara mendung dan hujan?
Mereka erat, tak ingin dipisahkan.
Ketika hujan mendung turut serta memayungi langit
Meskipun ketika mendung menampakkan hitamnya
Terkadang hujan tak mau menemani
Ia sibuk dengan egonya sendiri
Hanya akan menitikkan rintiknya ketika ia sendu

Sama seperti kau dan aku
Aku masih belum pantas memberi label pada diriku sebagai sahabat
Bagaimana tidak?
Suara sapaan itu kian pudar
Hanya sampai kerongkongan lalu tertahan
Tak bisa bersuara dan akhirnya hilang diantara udara

Maafkan aku yang selalu bersembunyi dibalik benteng ego
Berpura tak mendengar padahal melihat
Berpura tak menampakkan padahal merintih
Berpura memendam padahal merasa

Karena kau seperti daun yang rela jatuh
Tanpa memenci angin yang menerpa
Tak peduli seberapa sakitnya
Ia tetap gugur demi musim yang indah

Jiwa itu tergerus arus waktu
Meninggalkan jejak masa yang lalu
Meskipun raga itu terlihat
Terkadang rasanya tak sama
Seperti kala dulu menapaki jalan terjal
Sulit, namun terasa ringan ketika tangan itu masih terpegang erat

Kini mencoba membisukan suara itu
Melempar jauh jauh perasaan yang menikam diam diam
Memborgol ego lalu memenjarakannya dalam bui
Tak perlu mendengar cercaan angin
Dan suara riuh hinaan
Biarkan mereka tertawa dengan argumennya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...