Langsung ke konten utama

Sekotak Kenangan Dipenghujung Senja

Juara Umum 1 Jumbara PMR @Subah Batang, 20-22 November 2015

PMR – Salah satu ekskul yang menjadi ekstra paling laris di SMK N 1 Batang. PMR menjadi salah satu ekstra andalan SKANSA, karena selain membawa banyak hal positif, jumbara tahun 2015 yang diadakan di Subah, Batang PMR berhasil menyabet Juara Umum 1. PMR pun tak kalah aktif dengan organisasi lain, kami bersinergi dengan berbagai organisasi luar sekolah. Tak hanya ingin mampang nama, kemampuan pun tak kalah dengan PMR sekolah lain, bahkan notabene kami lebih unggul dari sekolah lain yang ada di Batang. Hanya bangga yang tergambar saat itu.
***
Kisah kita selalu dimulai dari sebuah senja disekolah. Awal perkenalan kala itu. Kalian ingat? Masih cupu, masih bingung, masih awam dan berbagai kata masih lainnya yang menandakan kita belum mengenal apa apa. Kita dipertemukan dalam satu organisasi kesehatan disekolah. Sebuah tali melingkar pun mulai terjalin antara kita. Dari mulai ngoprak ngoprak untuk tetep berangkat, jadi kompor meleduk untuk tetap membakar semangat antar anggotanya dan masih banyak usaha lain agar tetap bisa mempertahankan anggota satu dan anggota lainnya. Sulit memang, ketika kita mencoba menyatukan berbagai macam karakter menjadi satu  kepala. Tapi itulah yang harus kita lakukan pertama kali. Pondasi sebuah organisasi.

Kenangan kita banyak terbentuk ketika senja mulai menampakkan diri. Selalu saja ada cerita dibaliknya. Mulai dari tertekan karena senior, adanya perselisihan diantara kita, permasalahan dengan organisasi lain, dan masih banyak permasalahan lainnya. Banyak hal yang kita lakukan hingga senja menyapa. Lelah pun sudah menjadi terbiasa bersahabat dengan kita.

Kalian ingat? Saat saat LDK, bukan fisik kita yang diuji. Tapi perasaan yang mendapat banyak tekanan, sehingga saat itu pula seleksi alam lah yang menentukan siapa yang bertahan hingga batas akhir. Perasaan perasaan negatif pun turut berdatangan, mulai dari keluar organisasi, dan bahkan yang lebih parah pindah organisasi lain.

Kalian ingat? Betapa bahagia, takut, cemas dan bingung ketika ada pergantian Pembina Ekstra. Ketika kita tahu, guru yang akan sering kita hadapi adalah guru dari Prodi Administrasi Perkantoran. Lucu memang jika mengingat waktu itu, kami yang mayoritas berasal dari Jurusan AP pun ketakutan. “Loh bu itu yaa yang jadi pembina kita? Duhh, gimana ya kalo surat menyurat kita jelek? Bisa bisa yang dari Jurusan AP diprotes” Masih ingat kata kata itu? Kata kata yang kita sebut ketika mengetahui guru prodi AP yang menjadi Pembina Ekstra nantinya. Lucu ketika dikenang, bukan bangga terlihat, tapi malah ketakutan.

Seperti biasa, setiap hari kita selalu menjadi pahlawan disekolah. Ketika ada siswa lain sakit, kita lah yang turut membantu, meskipun bukan menyembuhkan, setidaknya bisa membuat mereka merasa sedikit nyaman dari rasa sakitnya. Kita rela berangkat pagi, membersihkan ruang UKS, menyiapkan obat, merapikan alat, dll agar pengunjung merasa sedikit nyaman berada diruang kenangan kita. Hingga senja menyapa, kita masih saja setia menunggu UKS, antisipasi jika ada siswa organisasi lain yang saat itu sedang berlatih membutuhkan pertolongan.

Undangan undangan dari ekstra lain untuk ikut serta membantu dalam kegiatan mereka pun turut silih ganti berdatangan. Yang awalnya menolak, akhirnya pun diterima. Lelah letih dan lainnya terbayar dengan pengalaman yang didapat, rasanya senang ketika bisa sedikit membantu merawat jika ada yang terluka.

Kalian ingat? Ketika sekolah mengadakan KEMGAB. Waktu itu kita memperoleh peserta paling banyak! 76 PESERTA dengan 14 PANITIA WANITA. Ada rasa bangga disana, disela sela kekurangan kita karena personil wanita semua dan hanya 14 anak, kita bisa mendapatkan peserta paling banyak dibanding ekstra lain. Daan, kita sukses menghandle semuanya. Kegiatan pertama kita yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Piala pun didapatkan berkat kekompakkan kita. Setelah berbulan bulan lamanya mempersiapkan segala macam, keringat pun terbayar dengan didapatkannya peserta paling banyak dan piala penghargaan waktu itu. Rasa cinta kepada organisasi mulai semakin meningkat, semangat pun tak mau kalah nampaknya.

Kita pun mulai berusaha membuat perubahan untuk meningkatkan kualitas PMR  sehingga banyak siswa yang ingin ikut bergabung dengan organisasi ini. Sangat berbeda dengan angkatan kami yang hanya 14 orang, angkatan adek kelas bisa mencapai 76 anggota. Meskipun akhirnya terseleksi kembali oleh alam, organisasi PMR waktu itu merupakan pemilik anggota terbanyak dari organisasi sebelum sebelumnya maupun organisasi lain.

Ketika orang lain memandang kita rendah, menganggap kita tak mampu. Dengan semangat dan usaha keras kita bisa patahkan kata kata mereka.

Kalian ingat? Jumbara tahun 2015 lalu, dengan susah payah berlatih dari bulan bulan sebelumnya, dari siang hingga senja pun lewat. Kita berhasil mendapat Juara Umum 1, yang sebelumnya tak pernah PMR kita dapatkan. Tak ada usaha yang sia sia, semuanya terbayar ketika piala itu kita raih dari masing masing sub perlombaan. Satu kegiatan penutup yang berbuah manis. Perjuangan akhir kita sebelum melepas organisasi ini. Berat memang ketika harus melepaskan organisasi yang menjadi awal perjuangan kita. Tapi semoga apa yang kita bangun dulu bisa lebih maju dan berkembang. SIAMO TUTTY FRATELY!
***
Banyak kenangan diantara senja kala itu. Tawa, tangis, bahagia, kecewa, semua rasa itu ada pada senja diruang kecil kita. Sekotak kenangan yang akan selalu kita kenang, sebuah perjuangan yang akan selalu kita ingat. Akan ada pula sekotak rindu ketika kalian mengingat masa ini.
Sebuah masa yang tak bisa kita ingkari, menjadi sebuah kenangan dengan penuh harap tak ada rasa sendu ketika mengingat masa itu. Rinduilah kawan, kita pernah bersama, bergandengan tangan, saling menguatkan, saling berbagi rasa. Kenanglah dalam senja, masa yang kita ukir bersama. Gariskanlah senyum diwajah kalian ketika mengingat ini semua. Karena senja adalah tempat dimana kisah kita dilambungkan, dihias dalam kenangan dan dikenang dalam keheningan.

@Laeli Maulidia @Ilmania Rizky @Tiara Khairunnissa @Vina Retno Sari @Ulva Dwiyanti
Teman teman seperjuangan. Kalian kawan terhebat!

Komentar