Langsung ke konten utama

MENGAIS JEJAK BAYANGMU




Hari ini mataku kembali menatap sang pagi, mencoba menghirup aroma kenyataan, menerima tanpa mereka reka keadaan
Kehilangan? Haruskah kata itu terlontar dan membiarkan ia mengalir bebas?
Rasanya baru kemarin kau disini, mencoba membantuku berdiri ketika aku hanya mampu merangkak. Mengobati semua sakitku dari sihir yang membisu, menampung semua keluhku dari kenyataan yang membekukan hati.

Aku mencoba mengais-ngais bayangmu diantara gelap.
Berharap temukan kau disudut hatiku.
Sebuah tali melingkar itu kian rapuh termakan ego.
Apa yang salah? Dulu kita bak sepatu melangkah dengan irama yang sama.
Berbeda, namun tetap pada satu titik.
Kini, kita saling berbalik arah, mencoba melangkah, saling sendiri dan menjauhi titik pusat, mencoba mendustai masa yang telah lalu.

Bahkan suaramu semakin samar ku dengar
Tatapmu semakin redup ku lihat
Warnamu semakin pudar ku dekap
Dan bayangmu semakin menghilang dari genggaman mata

Sebuah teka teki takdir yang tak ingin kita pecahkan. Mencoba bersembunyi dari perasaan rindu, karna seringkali ia datang membelenggu. Hanya mampu menatap dari kejauhan. Tanpa patah kata. Tanpa sebuah tatap rindu. Hanya kesenduan yang tersampaikan.
Aku rindu ketika kita mencoba bercerita masa depa, menerka rahasia Tuhan dan mencerca semua dengan sebuah pengharapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...