Langsung ke konten utama

Kepadamu – Sebuah nama disudut hatiku




ANDAI saja aku dapat memilih, kapan aku akan jatuh cinta, dengan siapa aku nantinya akan menjatuhkan hatiku, dan kapan waktunya datang. Ya, hanya pengandaian yang masih menjadi tanya. Sebuah takdir jauh dari angan yang ku damba. Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika Dia akan menjatuhkan hatiku kepadamu. Lelaki yang mampu merobohkan niat dan iman yang ku benteng dengan kuat. Aku tak ingin jatuh cinta! Ini bukan waktu yang tepat untukku!
Kenapa harus kau? Satu nama yang tak sengaja berhenti disudut hatiku yang menghantui setiap malam. Dan tiba tiba menyeretku masuk & memintaku melanjutkan dunia khayalku tentangmu. Kenapa harus kau? Yang kerapkali bertemu degup ini semakin kencang tak menentu. Kenapa pula harus kau? Yang selalu berhasil menggoreskan segaris senyum diwajahku. Kau bukan gambaran dalam mimpi, kau nyata diseberang sana. Didunia imajinasiku yang begitu tinggi, kaulah yang selalu berhasil berada dipuncaknya.
Terkadang menyesal menjatuhkan hatiku kepadamu. Kenapa tak tepat pada waktunya? Aku tahu kenapa Allah menimpakan Isyq (mabuk cinta) kepadaku. Hatiku lalai dari berdzikir kepadaNya. Aku tak mampu menundukkan pandanganku lagi. Aku malu dengan keadaanku seperti ini. Meskipun aku tahu, cinta adalah fitrah. Ia tak bersalah, ia bukan dosa ataupun aib. Tapi aku tak ingin mengotori bahkan membuat keimananku runtuh begitu saja.
Karena akulah sang aktivis dakwah, akulah mahasiswi Islam yang selalu berada dibaris paling depan ketika mahasiswa awam membicarakan keburukan ahlak dibalik jilbab. Akulah yang maju didepan mereka yang menghakimi agamaku. Tak mungkin aku menodai imanku dengan adanya dua Raja dalam satu hati. Kau dan Allah, Tuhanku. Aku tak ingin ketika aku menasehati buruknya zina, tetapi hatiku sendiri selalu berzina selama ada dirimu yang merajai.
Ntahlah, rasa hati begitu pedih. Aku masih terus saja menyimpan rasaku dalam diam, mencoba menyampaikannya kepada Pemilik hati, Allah. Aku tahu, inilah balasan dari Allah ketika aku berharap kepada hati selain hatiNya.
Terkadang bibir dan hati tidak ada keselarasan diantara keduanya. Munafik memang. Ketika bibirku berkata “TIDAK” namun hatiku selalu mengatakan “IYA”. Memang terkadang munafik perlu untukku. Cukup untuk membohongi perasaan sesak yang seringkali menikam diam-diam. Membiarkan perasaan ini mati bersama lelehan air mata dipenghujung sujud malamku. Salah ketika cupid memanahkan panahnya kepadamu. Rasa yang seharusnya tak kumiliki, mencoba membuang namun tetap mendesak masuk.
ALLAH! Aku ingin Kau ambil perasaanku padanya. Aku ingin kau jauhkan diriku darinya. Biarkan kami bertemu dalam doa. Dekatkanlah kami lagi dengan caraMu yang terindah jika memang namanya lah yang tertulis dalam Lauhul Mahfud.
Teruntukmu, sang cinta. Aksara cinta yang hanya tertahan pada ujung pena

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...