Langsung ke konten utama

CATATAN AKHIR SEKOLAH #6



Bersamamu kulewati lebih dari seribu malam
Bersamamu yang ku mau namun kenyatannya tak sejalan
Tuhan bila masih ku diberi kesempatan izinkan aku untuk mencintanya
Namun bila waktuku telah habis dengannya biar cinta hidup sekali ini saja
Tak sanggup bila harus jujur hidup tanpa hembusan nafasmu
Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali sekali lagi untuk mencintanya

Nyanyian itu terdengar dari bibir manis Deff. Nyanyian yang ditemani petikan gitar hadiah dari seseorang yang amat dia sesalkan kepergiannya, lirik yang mengisyaratkan sebuah perasaan yang saat ini sedang tergores luka. Clara Ananda, seseorang yang sudah lama mengisi relung hatinya kini sudah benar-benar pergi menjauh, ia terbang bersama sang malaikat ke atas sana. Meninggalkan segala hal yang membuat hatinya lelah. Tenang dengan kehidupan barunya. Ia tak perlu menahan rasa sakitnya lagi.
Perih, sakit, menyesal semua yang saat ini dia rasakan. Sesak memang, ia hanya bisa melamun dan mengenang semua tentang cerita cinta mereka yang belum sempat waktu izinkan untuk dibuka.
Berkali-kali dia membaca dan membolak-balik catatan dibuku yang biasa menemani Ara. buku yang memuat semua kisahnya dengan Ara. Dihalaman terakhir tertulis sebuah catatan

Apa kabarmu Deff? Aku hanya ingin menyampaikan satu hal yang mungkin tidak begitu penting untukmu. Tapi ini penting untukku.
Aku menyayangimu. Tubuhku seperti disuntik semangat oleh hadirnya dirimu. Hari-hariku kembali berwarna. Aku pun tak pernah memikirkan sakitku saat aku ada di dekatmu. Dan aku bahagia karenamu.
Deff, aku sangat senang bisa mengenalmu. Terlebih bisa dekat denganmu. Mungkin aku merasa sangat beruntung karena Tuhan telah mendekatkanku dengan orang sepertimu. Ya walaupun aku tidak bisa memilikimu.
Aku berikan kedua mataku ini untuk hadiah ulang tahunmu Deff. Aku tak mau melihat seseorang yang sangat aku sayangi masih berbaring menunggu pendonor mata, sedangkan ulang tahunmu tak lama lagi. Aku minta satu darimu Deff, ini permintaan terakhirku. Jaga mataku baik-baik ya, dan aku minta jangan gunakan mataku untuk menangisi ku. Aku lelah Deff, aku tak mau mataku menangis lagi. Apalagi aku sering menangis karenamu.

Ini tulisan terakhirku untukmu Deff, maaf aku tak bisa menemanimu lebih lama. Mungkin kamu tak akan peduli denganku. Tapi taukah kamu Deff? Disetiap doaku tak pernah lupa ku sebut namamu Deff, karena aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Jaga diri baik-baik ya disana
With Love, Clara Ananda

“Ara, aku ingin kamu kembali. Akan ku ulangi lagi kisah kita yang sempat ku hancurkan Ra. Aku janji akan menjaga matamu dengan baik Ra, tapi maaf aku tak bisa berhenti untuk tak menangisimu. Ini terlalu sakit Ra. Aku memang bodoh telah menjauhimu, telah menyianyiakan kehadiranmu, dan telah mencoba menghindarimu. Aku sangat mencintaimu Ra, aku menjauhimu karena aku tak ingin kamu tahu Ra”
Catatan terakhir itu membuat hati Deff semakin remuk. Andai saja Deff tak mengalami kecelakaan yang membuat ia harus mencari pendonor mata mungkin saat ini ia masih bisa bersama-sama dengan gadis yang sangat ia cintai.
“Aku tahu Ra, kamu sakit dan waktumu tak lama lagi.. Kau telah mengorbankan hidupmu untukku”
Air mengalir dari mata Deff melewati pipi dan berakhir menjadi titik tetesan yang membuat catatan Ara basah.
Hujan turun dengan derasnya, Deff berjalan menuju sebuah taman yang biasa mereka berdua datangi. Dibawah pohon cinta, terkubur sosok gadis cantik yang merelakan hidupnya untuk lelaki yang sangat dicintainya. Dia terkubur bersama harapan dan cintanya. Sebuah pohon yang menjadi saksi cinta mereka yang dipisahkan oleh sang waktu. Ara sendiri yang meminta agar ia dimakamkan ditaman yang biasa menemaninya dan Deff.
Deff menangis dibawah pohon itu. Air matanya bercampur dengan air hujan. turun tetesan air bersama hatinya yang hancur. Leleh bersama gundukan tanah yang mengubur tubuh gadis cantik itu.  
Deff mengubur sebuah botol kecil yang didalamnya ia tuliskan surat tentang perasaannya kepada Ara. botol itu dikubur disebelah tempat terakhir Ara berbaring.
Ia tertunduk dengan lelehan air mata menatap kenyataan yang ada dihadapannya. Kenyataan yang harus ia terima. Kini ia sendiri, gadis yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya telah pergi meninggalkannya.
 “Tunggu aku disana Ra, aku akan datang menemanimu. Kau tak akan sendiri. Aku akan selalu mendoakanmu Ra. Aku mencintaimu Clara Ananda”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...