Menulis
adalah suatu kegiatan menuangkan ide ide atau gagasan kedalam suatu bentuk
tulisan. Bisa dengan ketikan maupun dengan goresan pena. Pernahkah berfikir apa
jadinya dunia jika tanpa suatu tulisan? Sebuah zaman kebutaan tanpa pelita kini
telah terang karena para penggores pena atau bisa juga disebut dengan penulis
yang melahirkan karya karya tulisan. Zaman boleh saja mengoyak jasad para
penulis, namun tidak dengan goresan abjadnya. Sebuah tulisan tak akan mati
tergerus oleh waktu, meskipun sang pencipta karya telah meninggal. Setiap orang
yang memiliki bakat menulis rasanya lebih istimewa daripada mereka yang hanya
menyimpan ide ide tulisan mereka dalam pikiran saja. Bagaimana tidak mereka
disebut istimewa? Ketika orang lain sibuk dengan dunianya, para penulis masih
saja sibuk dengan rentetan kata kata dilembar demi lembar. Belajar dari kisah
para penulis yaitu mereka selalu mengamati lingkungan sekitar, kemudian mereka
tuangkan ide ide tersebut kedalam sebuah tulisan.
Banyak
dari kalangan masyarakat yang menyukai membaca namun jika ditanya apakah bisa
menulis, mereka menjawab tak bisa. Sebenarnya bukan terletak pada ketidakbisaan
menulis, tapi mereka lebih cenderung tidak tahu apa yang akan ditulis nantinya.
Salah satu penulis mengatakan “Syarat
menjadi penulis ada tiga, yaitu : Menulis, menulis, dan menulis” (Kuntowijoyo).
Kata kata tersebut dapat dijadikan motivasi oleh para penulis pemula. Cobalah
untuk belajar sedikit demi sedikit dari mereka. Penulis terkenal sekalipun tak
dapat langsung bersinar namanya diantara jajaran para penulis hebat. Mereka
butuh proses ketika mencapai pada level dimana tulisan mereka diakui bagus oleh
para penikmat tulisan. Tak ada tulisan bagus melainkan dari proses yang terbilang
sangat panjang.
Penulis
adalah salah satu kunci tinggi rendahnya minat baca dilapisan masyarakat.
Karena melalui tulisan, mereka menyampaikan pesan dari seluruh pelosok dunia.
Akan ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari buku buku ciptaan mereka.
Salah satu kalimat ajaib yang dapat menghipnotis para pembacanya yaitu; “Menulislah
maka kamu akan mengenal Dunia!”. Tetaplah menulis tentang dunia, tidak
seharusnya kita membiarkan para penjajah kata melenyapkan karya karya yang
telah dilahirkan para penulis. Buatlah sebuah tulisan yang dapat menumbuhkan
semangat dan meningkatkan prestasi para pembacanya. Karena hanya lewat
tulisanlah para bintang dunia terlahir.
Berikut
ini adalah beberapa cara memulai menulis untuk pemula
1. Mulailah
dengan menulis apa yang dilakukan
Bagi
penulis pemula, apabila masih kesulitan membuat sebuah tulisan bisa juga dengan
menuliskan kegiatan ataupun hal hal menarik yang ada disekitar. Cukuplah
menuliskan apa yang dilihat dan berlatih terus menerus.
2. Berkomitmen
dan disiplin dalam menulis
Kebanyakan
dari seseorang yang menulis adalah saat diterpa kebosanan dengan tulisannya.
Maka ia memilih untuk tidak melanjutkan tulisannya, atau lebih jelasnya
berhenti ditengah jalan. Tanpa suatu komitmen maka sebuah tulisan tak akan bisa
menjadi buku yang menarik. Mulailah berkomitmen seperti, membuat tulisan satu
hari satu lembar ataupun yang lainnya. Itu akan menumbuhkan sikap komit
terhadap tulisan yang sedang dibuat.
3. Biasakan
mencari informasi terlebih dahulu sebelum membuat tulisan
Agar
tidak terjadi kesalahpahaman terhadap tulisan yang akan dibuat, sebaiknya
sebelum membuat tulisan dibiasakan membaca informasi tentang tulisan yang akan
dibuat terlebih dahulu. Dengan begitu maka akan lebih mudah menguraikan kata
kata dalam tulisan tersebut.
4. Jangan
memikirkan teori
Yang
terpenting bagi penulis pemula adalah terus berlatih menulis, tidak perlu
memikirkan teori menulisnya terlebih dahulu. Menulislah untuk diri sendiri,
jika sudah yakin barulah gunakan teori dalam tulisan tersebut
5. Jangan
menunda nunda untuk menulis
Kesalahan
terbesar dalam menulis yaitu menunda nunda dalam membuat tulisan. Karna
datangnya ide tak bisa dipaksaka. Ide bisa muncul begitu saja, dimana saja, dan
kapan saja. Jadi agar tidak lupa lebih baik jika sudah mendapatkan ide atau
inspirasi, segeralah ditulis.
6. Menulislah
dalam bahasa sederhana yang dapat dimengerti
Kunci
selanjutnya untuk penulis pemula yaitu menulislah dengan bahasa sendiri, bahasa
yang mudah dimengerti dan sederhana. Tak perlu meniru gaya tulisan dari penulis
penulis lain, karena setiap penulis mempunyai gaya penulisan masing masing.
Karena masih pemula, maka buatlah tulisan dengan gaya penulisan sendiri yang
dapat dimengerti.
Ketika
membuat sebuah tulisan, tak semuanya bisa tertulis dengan mulus tanpa
hambatan. Berikut ini beberapa hambatan
dalam menulis
1. Malas
Hambatan
pertama datang dari diri sendiri. Malas seringkali menyerang para penulis
pemula untuk memulai ataupun melanjutkan tulisannya. Penyakit ini datangnya
secara tiba tiba, sehingga perlu adanya komitmen atau kesetiaan terhadap
tulisan yang sedang dikerjakan
2. Tidak
Percaya diri dengan tulisan sendiri
Penulis
pemula seringnya tidak percaya dengan tulisannya sendiri. Sehingga mereka
mengurungkan niatnya untuk membuat tulisan. Ini adalah hal yang sangat salah,
justru dari memulai membuat tulisan lah kita bisa tahu seberapa kemampuan kita
dalam manulis
3. Takut
akan kritikan
Dalam
point ini justru sangat penting untuk penulis pemula, karena kritikan akan
lebih bisa meningkatkan kemampuan dalam membuat tulisan. Tak seharusnya takut
jika tulisan tulisannya dikritik atau dikomentari, justru disinilah awal mula
belajar, karena akan mengetahui dimana letak kesalahan dalam membuat tulisan
tersebut sehingga nantinya dapat memperbaiki dan menghasilkan tulisan yang baik
4. Tidak
mau belajar menulis
Salah
satu kunci menjadi penulis adalah belajar. Seperti diketahui bahwa tulisan yang
bagus itu datang dari proses yang sangat panjang. Penulis hebat harus banyak
belajar menulis agar dapat menghasilkan karya karya yang menarik. Jika tidak
mulai belajar menulis dari sekarang, maka kapan lagi akan menulis?
Banyak
dari kita malas menulis, padahal dari menulis kita memperoleh banyak manfaat,
diantaranya :
1. Kebiasaan
menulis dapat mengasah dan mempertajam kemampuan diri sendiri dalam berbahasa
tulis
Seseorang
yang memiliki hobi atau kebiasaan menulis akan cenderung lebih jago dalam hal menyampaikan ide ide
kedalam tulisan. Berbeda dengan orang yang lebih cenderung menyimpan ide mereka
dan tak mau menuangkannya kedalam tulisan. Kemampuan berbahasa tulis mereka
akan lebih rendah daripada mereka yang mempunyai kebiasaan menulis.
2. Menulis
akan membantu orang lain dalam menghadapi permasalahan yang sama dengan si
penulis
Dalam
hal ini memang sangat membantu bagi mereka yang memiliki persamaan masalah
dengan penulis. Menulis bukan hanya membahas tentang perekonomian, pendidikan,
kesehatan, ataupun politik dan lainnya, tapi menulis juga bisa dari pengalaman
pribadi si penulis. Dengan harapan apabila ada pembaca yang memiliki kesamaan
permasalahan bisa sedikit terbantu dengan adanya tulisan tersebut.
3. Bisa
menjadi sumber penghasilan
Menulis
bisa dijadikan sebagai profesi utama maupun sampingan karna keberadaannya yang flexibel dapat dikerjakan dimana saja
dan kapan saja. Dari kebiasaan yang hanya menulis sebuah pengalaman kemudian
merambah kedalam lagi didunia kepenulisan sehingga bisa menghasilkan karya
karya besar, seperti contohnya dari penulis Darwin dengan nama pena Tere Liye,
yang berhasil menjadi salah satu penulis Best
Seller. Ataupun J.K Rowling penulis Harry
Potter yang bahkan kekayaannya bisa melebihi Ratu di Inggris.
4. Menumbuhkan
kreativitas penulis
Tak
dipungkiri bahwa seorang penulis adalah para penghayal yang tinggi. Mereka bisa
dengan mudah membuat cerita cerita fiksi lewat dunia khayal mereka. Mereka akan
lebih kreatif dalam memilih memilah kata yang akan dimasukkan dalam tulisan
mereka.
5. Menumbuhkan
kepuasan batin
Bagi
para penulis, menulis adalah sebuah kebutuhan dimana prioritas dan tempatnya
tak bisa digantikan. Karena hanya lewat tulisanlah mereka dapat menyampaikan
pesan dunia kepada para pembacanya. Mereka akan merasa puas apabila dapat
menyelesaikan tulisannya bahkan bisa dinikmati oleh para pembaca. Terlebih lagi
apabila pembaca memberikan respon positif terhadap karyanya. Maka akan
meningkatkan kepuasan batin seorang penulis.
6. Kemampuan
menulis merupakan sebuah prestasi diri
Menulis
merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Pasalnya tak banyak orang
yang rela meluangkan waktunya untuk membuat sebuah tulisan. Banyak orang yang
suka membaca tapi mereka enggan menulis. Jadi banggalah dengan bakat yang
dimiliki karena tidak semua orang memilikinya. Tunjukkan pada orang lain bahwa
menulis adalah suatu prestasi besar dari dalam diri seseorang, karena mereka memiliki
potensi mengolah kata kata menjadi sebuah karya.
7. Menulis
menambah wawasan dan pengetahuan seseorang
Tak
mungkin apabila seseorang yang memiliki kebiasaan menulis tapi mereka tak mau
membaca buku. Para penulis perlu belajar dari karya karya yang sudah ada.
Mereka tak boleh sembarang membuat tulisan. Mereka harus benar benar mengetahui
apa yang akan mereka tulis. Dan mau tidak mau mereka harus membaca buku lebih
banyak serta mencari informasi tentang apa yang akan ditulis agar tidak terjadi
kesalahan maksud dalam membuat tulisan. Salah satu contoh Penulis Indonesia
yaitu Dewi Lestari. Sebelum ia membuat novel. Ia harus rela mencari tahu
tentang novel yang akan ia buat. Dewi mencari informasi dari berbagai macam
buku, internet, bahkan harus mewawancarai secara langsung orang yang ada
sangkut pautnya dengan novel yang akan ia buat.
8. Menulis
dapat menambah teman
Kita
bisa mendapatkan teman sesama penulis. Ketika bergabung dengan Forum Lingkar
Pena yang cabangnya sudah banyak di Indonesia, maka akan bertemu banyak para
penulis ataupun para pemula yang berkeinginan belajar menjadi menulis.
So, kesimpulannya yaitu, menulis
adalah suatu kegiatan menuangkan ide ide atau gagasan kedalam suatu bentuk
tulisan. Menulis merupakan media untuk menyampaikan apa yang kita lihat, apa
yang kita dengar, serta apa yang kita rasakan. Salah satu kunci untuk
menumbuhkan minat menulis adalah menulis, menulis dan menulis. Jangan pernaha
berhenti membuat tulisan, karena dunia dapat dirubah hanya dengan sebuah
tulisan. Teruslah berlatih dan melestarikan budaya menulis agar karya karya
para pejuang tulisan tak tergerus oleh waktu. Jasad para penulis boleh saja
terkoyak, tapi rentetan abjad dan karya karya para penulis akan tetap ada.
Sekian, semoga bermanfaat & semakin menumbuhkan kecintaan kita terhadap tulisan.
Salam Tinky ;)
Komentar
Posting Komentar