Terkadang, kau datang tiba tiba dengan membawa sekotak
kenangan pilu
Bersama diiringi lagu rintikmu
sejenak terguyur luka yang telah kering
Bukan ku membencimu
hanya saja kau selalu membawa memori lama untuk ditangisi
kembali
Kau bukan puitis
namun hati ini terlalu melankolis dibawah tetesan air
Seketika mendramatisir diantara dinginmu
Bersama sekotak kenangan
Kau bawa sebuah teka teki hati
Sihir apa yang ada padamu?
Sehingga mata seakan serta merta berperan
Hati seakan turut mendung pula
Kau sebuah teka teki hati manusia
Ajaib ketika mendengarmu turun
Hatipun terasa pilu
Hati yang tersapu dalam bayang mendung
Mencoba mengais kenangan diantara tetesanmu
Kau tak hanya menurunkan airmu
Namun kenanganpun tak luput dari mu
Komentar
Posting Komentar