Langsung ke konten utama

CATATAN AKHIR SEKOLAH #4



Ku tulis namamu di belakang buku catatanku sebanyak aku bisa. Ada perasaan yang menggelora dan selalu ingin menyeruak keluar. Aku tak tahu mengapa. Bahkan rasa itu terasa sangat hebat saat aku berada di dekatmu.
Coba kau lihat di setiap halaman belakang buku catatanku. Kau tidak akan menemukan namamu disana, melainkan sebuah panggilan untukmu.
Hari ini terasa berbeda. Ya, aku selalu mencuri-curi kesempatan untuk memandangi wajah Deff. Mungkin saat ini hubungan kita masih renggang, dan aku hanya bisa memandanginya dari kejauhan.
Dunia ini bukan hanya milikku dan milikmu. Tapi ada mereka yang berada di dekatmu. Mereka yang sekarang bisa membuatmu bahagia, mereka yang sekarang bisa membuatmu nyaman. Sedangkan aku? Aku tak bisa berdekatan lagi denganmu. Mungkin aku hanya bisa menemanimu dari satu titik yang jauh.
***
Terdengar suara merdu milikmu dari taman. Ku lirik Deff diantara celah-celah jendela yang tertutup gorden. Aku takut Deff tahu kalau aku memperhatikannya. Sebuah lagu yang mengisyaratkan ucapan hati. Lirik demi lirik terdengar dari bibirmu.
“Seakan mataku tertutup, Ku ingin cinta ini dapat kau sambut, Harapkan perasaan ini kau tahu, Sungguh ku ingin kau jadi milikku”
Lirik yang romantis. Andai lagu itu untukku, aku pasti akan jadi gadis paling bahagia. Dan, sesuatu itu kembali. Rasa yang terjebak amat dalam mencoba keluar dari tempatnya. Bibirku terkatup rapat saat matamu bertemu mataku.
Matamu itu bagai tombak yang siap menusukku kapan saja. Terlalu tajam. Walaupun di dalam mata itu ada kesejukan yang mungkin bisa aku rasakan. Aku berharap, aku dapat merasakan masa-masa indah bersamamu lagi.
Aku duduk terdiam dibangku dekat jendela. Pikiranku penuh sesak dengan Deff. Kubuka sedikit tirai dan jendela kelas. Masih terdengar suara nyanyian Deff. Tapi semakin lama semakin terdengar samar-samar suara Deff. Aku semakin masuk kedalam lamunanku tentang Deff. Aku terseret jauh, terjebak dalam perasaan itu lagi.

Aku terbangun dari mimpi itu. Aku baru tersadar tentang kejadian di rumah sakit kemarin. Aku hanya bermimpi indah sesaat. Bermimpi sang pangeran datang menjengukku dengan sebuah senyum manis dibibirnya. Itu hanya ilusi. Aku terlalu berambisi.
Bahkan setelah aku keluar dari rumah sakit, Deff bukan malah mendekat, tapi ia semakin menjauhiku. Ya, aku tahu aku hanya sebatas temannya, tak lebih. Harusnya aku sadar, aku tak boleh berharap lebih kepadanya. Aku takut merasakan harapan kosong itu. Harapan yang akhirnya akan dihempaskan oleh angin, lalu hilang diantara awan-awan.
***
Sore disebuah taman. Ku langkahkan kaki menginjakkan rumput diseluruh sudut-sudut taman yang biasa kami datangi. Disebelah kanan taman ada satu pohon besar. Aku dan Deff pernah mengukir nama kami dibatang pohon itu. DAVE DAN ARA. Sebuah ukiran nama dan kenangan di sebatang pohon cinta.
Dulu selalu ada waktu untuk kita
Kini ku sendiri
Dulu kata cinta tak habis tercipta
Kini tiada lagi
Sedang apa dan dimana dirimu yang dulu ku cinta
Ku tak tau tak lagi tau seperti waktu dulu
Apakah mungkin bila kini ku ingin kembali menjalani janji hati kita

Ku senandungkan syair lagu yang mewakili perasaanku saat ini. Lagu yang ku nyanyikan bersama petikan gitar ditemani hembusan angin di taman. Dedaunan yang gugur ikut terbang tersapu angin.
Mataku menatap ke atas awan tempat sekelompok burung terbang. Burung-burung itu mengepakkan sayap-sayap mereka dan ikut menyenandungkan nyanyiannya disore hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO BODY’S PERFECT

Hari ini, aku mendapat satu pelajaran berharga lagi. Sebuah perlajaran yang tak bisa di dapat ketika kita tak mau bergaul dengan orang lain. karena ketika bergaul dengan lingkungan sosial maka kita akan tahu pendapat orang lain mengenai diri kita. Kita tak mungkin bisa menilai diri kita sendiri secara sempurna. Dengan penilaian dari orang lain maka kita bisa memperbaiki diri kita, setidaknya bisa sedikit meminimalisir. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya. Namun, dibalik yang katanya “sempurna” itu selalu saja ada yang namanya kekurangan. Baik itu fisik maupun psikis. Meskipun dengan banyaknya kekurangan yang ada didalam diri seseorang, tidak seharusnya kita mencela kekurangan orang lain tersebut, terlebih yang berhubungan dengan fisiknya. Manusia itu mahluk ciptaan Allah, ia adalah sebaik-baiknya ciptaanNya. Akal, pikiran, bahkan nafsu. Sesempurna itu. Tapi jika kita mencela orang lain dengan fisiknya yang gendut misal, atau dengan ke...

Beda Logat yang Bikin Galau

Mungkin pengalaman seperti ini sering sekali, bahkan hampir semua Mahasiswa rantau yang berkuliah ditempat jauh mengalaminya. Mahasiswa rantau harus beradaptasi dengan berbagai hal baru yang ada ditempat tinggal baru tersebut. Contohnya saja seperti adaptasi dengan lingkungan, adat, bahasa maupun logat, dll. Banyak pengalaman baru yang akan didapat dari tempat perantauan. Tempat perjuangan hingga akhirnya bisa mendapat gelar dibelakang nama. Nyatanya tak semudah yang dibayangkan ketika harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, mungkin ini juga yang dirasakan oleh Mahasiswa perantau lainnya. Bahasa saya dengan bahasa mereka, anak anak asli kota rantau sama sama dengan bahasa jawa, hanya saja logat kami berbeda. Tak hanya logat, ternyata banyak kosa kata dari mereka yang tidak saya ketahui bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga mau tidak mau harus bertanya Apa artinya kata ini? Apakah ini kata kata kasar? Tak jarang banyak dari...

CATATAN AKHIR SEKOLAH #1

Jarum pendek jam dinding kamar tepat berada di pukul 05.00 pagi. Ku buka mata perlahan, masih terasa sakit yang menyeluruh di kepalaku. aku lupa apa yang terjadi kemarin sore saat aku pulang sekolah, tiba-tiba saja aku sudah berada di kamarku. setelah beberapa menit aku menahan nyeri di kepalaku, rasa sakit itupun sedikit-sedikit mulai menghilang, aku tahu mungkin akan datang lagi sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, ku bersihkan diri dengan air hangat. Darah ku seperti mengalir dari atas kepala menuju kaki saat air itu mengenai seluruh kepalaku. Ku ambil seragam putih abu-abu itu yang telah tergantung di tempat biasa aku menanggalkan seragam-seragam ku. segera ku tarik tas dari atas meja tapi secarik kertas berwarna merah muda jatuh dari atas tas. Kertas itu bertuliskan “Happy Valentine Day Ara”. aku kenal dengan tulisan tangan itu! Deff, itu pasti Deff!. Dari dalam tas, ada sekotak kado yang dipenuhi dengan warna merah muda. Ku buka bingkisan kado itu,   “kotak...